Friday, May 8, 2009

Perbedaan Bos and Sekretaris

Disusun dan ditulis oleh pakar dalam
bidangnya.

Sekretaris baik - "Pak, saya ketikin
ya?"
Sekretaris genit - "Pak, saya kitikin
ya?"

Boss baik - "Mau dong!"
Boss nakal - "Maauu dooooongng."

Sekretaris baik - Duduk di kursi
Sekretaris genit - Duduk di lengan-kursi

Boss baik - Menarik nafas bila melihat
sesuatu yang tidak benar
Boss nakal - Menarik nafas bila melihat
sekretaris yang "tidak benar"

Sekretaris baik - Memijit key-board
Sekretaris genit - Memijit si-boss

Boss baik - "Kesini !"
Boss nakal - "Sini doong"

Sekretaris baik - Smoke After Lunch
Sekretaris genit - Shower After Lunch

Boss baik - "Sini naik mobil"
Boss nakal - "Sini,.. naik dong"

Sekretaris baik - Pulang larut, lembur-
banyak kerjaan
Sekretaris genit - Pulang larut, LemBur-
Lempengin Burung

Boss baik - "Nanti dinner bareng ya"
Boss nakal - "Nanti supper bareng yaah"

Sekretaris baik - "Sudah siap Pak?"
Sekretaris genit - "Sudah siap belum ?"

Boss baik - "Ambilkan pakaian saya di
laundry"
Boss nakal - "Ambilkan handuk saya di
lemari"

Sekretaris baik - Waktu tertusuk jarum
"Aww"
Sekretaris genit - Waktu tertusuk jarum
"Ahh"

Boss baik - "Saya puas dengan pekerjaan
kamu"
Boss nakal - "Saya puas dengan
permainan kamu"


Sekretaris baik - Waktu sedang tertekan
"Aduuh pusing"
Sekretaris genit - Waktu sedang
tertekan "Aduuhhhhhhh"

Boss baik - Memperhatikan pakaian dan
kerja sekretarisnya
Boss nakal - Memperhatikan pakaian dan
gaya sekretarisnya

Sekretaris baik - Pakaiannya mahal
boros bahan
Sekretaris genit - Pakaiannya murah
ngirit bahan

Boss baik - Suka menelan obat Dokter
Boss nakal - Suka menelan ludah

Sekretaris baik - Tebar senyum
Sekretaris genit - Tebar pesona

Boss baik - Suka daun lalapan
Boss nakal - Suka daun muda

Sekretaris baik - "Nanti mau keluar
Pak?"
Sekretaris genit - "Sudah mau keluar
Pak?"

Boss baik - Memilih sekretaris dari
pengalaman dan kemampuannya
Boss nakal - Memilih sekretaris dari
jam terbang dan keahliannya

Sekretaris baik - "Keluarnya nanti lama
Pak?"
Sekretaris genit - "Keluarnya masih
lama Pak?"

Boss baik - "Ini gaji kamu"
Boss nakal - "Ini bayaran kamu"

Sekretaris baik - Selalu siap melayani
tamu dan bos
Sekretaris genit - Selalu siap
melayani..

Karyawan baik - Membaca prosedure dan
perjanjian kerja
Karyawan tidak produktif - Baca cerita
lucu melulu

hiihhiiiii......

Hidup Bukan seperti Video Player

Cerita ini adalah "kisah nyata" yang pernah terjadi di Amerika.

Seorang pria membawa pulang truk baru kebanggaannya,
kemudian ia meninggalkan truk tersebut sejenak untuk melakukan kegiatan lain.
Anak lelakinya yang berumur 3 tahun sangat gembira melihat ada truk baru, ia memukul-mukulkan palu ke truk baru tersebut. Akibatnya truk baru tersebut penyok dan catnya tergores. Pria tersebut berlari menghampiri anaknya dan memukulnya, memukul tangan anaknya dengan palu sebagai hukuman. Setelah sang Ayah tenang kembali, dia segera membawa anaknya ke rumah sakit. Walaupun Dokter telah mencoba segala usaha untuk menyelamatkan jari-jari anak yang hancur tersebut, tetapi ia tetap gagal. Akhirnya dokter memutuskan untuk melakukan amputasi semua jari pada kedua tangan anak kecil tersebut.
Ketika anak kecil itu sadar dari operasi amputasi dan jarinya telah tidak ada dan dibungkus perban, dengan polos ia berkata,
"Papa, aku minta maaf tentang trukmu." Kemudian, ia bertanya,
"Tetapi kapan jari- jariku akan tumbuh kembali?"

Ayahnya pulang ke rumah dan melakukan bunuh diri.

Renungkan cerita di atas! Berpikirlah dahulu sebelum
Anda kehilangan kesabaran kepada seseorang yang kau cintai. Truk dapat diperbaiki. Tulang yang hancur dan hati yang disakiti seringkali tidak dapat diperbaiki.

Terlalu sering kita gagal untuk membedakan antara
orang dan perbuatannya, kita seringkali lupa bahwa mengampuni lebih besar daripada membalas dendam.
Orang dapat berbuat salah. Tetapi, tindakan yang
kita ambil dalam kemarahan akan menghantui kita selamanya.

Tahan, tunda, dan pikirkan sebelum mengambil tindakan.
Mengampuni dan melupakan, mengasihi satu dengan lainnya.

Ingatlah, jika Anda menghakimi orang, Anda tidak akan
ada waktu untuk mencintainya waktu tidak dapat kembali....

Hidup bukanlah sebuah VCD PLAYER, yang dapat di BACKWARD dan FORWARD.........
Hidup hanya ada tombol PLAY dan STOP saja....

Jangan sampai kita melakukan kesalahan yang dapat membayangi kehidupan kita kelak.......yang menjadi sebuah inti hidup adalah
"HATI", Hati yang dihiasi belas kasih dan cinta kasih.....
"CINTA KASIH" merupakan nafas kehidupan kita yang sesungguhnya. ........

Tersentuhkah hati Anda?

Sunday, May 3, 2009

Lowongan BCA

LOWONGAN di



Bagi yang berminat silahkan apply

Hallo ada yg berminat.... ......... ......
Ada info dari Kadiv HRD BCA Sudirman.
BCA akan buka lowongan besar-2 an
pada awal triwulan ketiga ini...
Mereka mau cari karyawan/ti yang udah
pengalaman, denger-denger basic omset
diatas
5 jutaan untuk posisi sbb :

  1. Branch Manager
  2. Marketing AO (retail & Corporate)
  3. Legal Dept. Head
  4. Head of Finance
  5. Credit officer
  6. Credit Dept Head
  7. Sekretaris Direksi
  8. Accounting
  9. IT Staff
  10. Graphic Design


Bagi yang berminat ..bisa langsung open
Lihat dibawah ini untuk liat application & detailnya. ....cepetan!!!!
Atau yang punyak teman atau saudara yang sedang
cari-cari...
Coba aja siapa tau.... namanya juga coba-coba... ..


Iklan mereka kaya'nya akan di pasang
pada hari Minggu ini di Kompas.

Good luck !!!

Berikut detail Gedung BCA yg akan ditempatkan
staffnya yang baru, semoga beruntung ya:...


Bayangkan orang sepintar Anda bekerja di gedung
BCA spt dibawah ini ..... Siapa yang tak kagum?




Eh, serius bangett seh loe, balik kerja lagi sono.. heheheheeeeeeee

Uji Coba Kepintaran


Now, scroll down for the answers







That's alright....I didn't pass either...

Jangan Benci Aku Mama

(Based on true story in Irlandia Utara)

Dua puluh tahun yang lalu saya melahirkan seorang anak laki-laki, wajahnya lumayan tampan namun terlihat agak bodoh. Sam, suamiku, memberinya nama Eric. Semakin lama semakin nampak jelas bahwa anak ini memang agak terbelakang. Saya berniat memberikannya kepada orang lain saja untuk dijadikan budak atau pelayan.

Namun Sam mencegah niat buruk itu. Akhirnya terpaksa saya membesarkannya juga. Di tahun kedua setelah Eric dilahirkan saya pun melahirkan kembali seorang anak perempuan yang cantik mungil. Saya menamainya Angelica. Saya sangat menyayangi Angelica, demikian juga Sam.

Seringkali kami mengajaknya pergi ke taman hiburan dan membelikannya pakaian anak-anak yang indah-indah. Namun tidak demikian halnya dengan Eric. Ia hanya memiliki beberapa stel pakaian butut. Sam berniat membelikannya, namun saya selalu melarangnya dengan dalih penghematan uang keluarga. Sam selalu menuruti perkataan saya. Saat usia Angelica 2 tahun Sam meninggal dunia. Eric sudah berumur 4 tahun kala itu.

Keluarga kami menjadi semakin miskin dengan hutang yang semakin menumpuk. Akhirnya saya mengambil tindakan yang akan membuat saya menyesal seumur hidup. Saya pergi meninggalkan kampung kelahiran saya beserta Angelica.

Eric yang sedang tertidur lelap saya tinggalkan begitu saja. Kemudian saya tinggal di sebuah gubuk setelah rumah kami laku terjual untuk membayar hutang. Setahun, 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun.. telah berlalu sejak kejadian itu.

Saya telah menikah kembali dengan Brad, seorang pria dewasa. Usia Pernikahan kami telah menginjak tahun kelima. Berkat Brad, sifat-sifat buruk saya yang semula pemarah, egois, dan tinggi hati, berubah sedikit demi sedikit menjadi lebih sabar dan penyayang. Angelica telah berumur 12 tahun dan kami menyekolahkan dia di asrama putri sekolah perawatan.
Tidak ada lagi yang ingat tentang Eric dan tidak ada lagi yang mengingatnya.
Sampai suatu malam. Malam di mana saya bermimpi tentang seorang anak. Wajahnya agak tampan namun tampak pucat sekali. Ia melihat ke arah saya.. Sambil tersenyum ia berkata, "Tante, Tante kenal mama saya? Saya lindu
cekali pada Mommy!"

Setelah berkata demikian ia mulai beranjak pergi, namun saya menahannya, "Tunggu..., sepertinya saya mengenalmu. Siapa namamu anak manis?""Nama saya Elic, Tante."
"Eric? Eric... Ya Tuhan! Kau benar-benar Eric?"

Saya langsung tersentak dan bangun. Rasa bersalah, sesal dan berbagai perasaan aneh lainnya menerpa diri saya saat itu juga. Tiba-tiba terlintas kembali kisah ironis yang terjadi dulu seperti sebuah film yang diputar dikepala saya. Baru sekarang saya menyadari betapa jahatnya perbuatan saya dulu.Rasanya seperti mau mati saja saat itu. Ya, saya harus mati..., mati..., mati... Ketika tinggal seinchi jarak pisau yang akan saya goreskan ke pergelangan tangan, tiba-tiba bayangan Eric melintas kembali di pikiran saya. Ya Eric, Mommy akan menjemputmu Eric...

Sore itu saya memarkir mobil biru saya di samping sebuah gubuk, dan Brad dengan pandangan heran menatap saya dari samping. "Mary, apa yang sebenarnya terjadi?"
"Oh, Brad, kau pasti akan membenciku setelah saya menceritakan hal yang telah saya lakukan dulu." Tapi aku menceritakannya juga dengan terisak-isak...

Ternyata Tuhan sungguh baik kepada saya. Ia telah memberikan suami yang begitu baik dan penuh pengertian. Setelah tangis saya reda, saya keluar dari mobil diikuti oleh Brad dari belakang. Mata saya menatap lekat pada gubuk yang terbentang dua meter dari hadapan saya. Saya mulai teringat betapa gubuk itu pernah saya tinggali beberapa bulan lamanya dan Eric... Eric...

Saya meninggalkan Eric di sana 10 tahun yang lalu. Dengan perasaan sedih saya berlari menghampiri gubuk tersebut dan membuka pintu yang terbuat dari bambu itu. Gelap sekali... Tidak terlihat sesuatu apa pun!
Perlahan mata saya mulai terbiasa dengan kegelapan dalam ruangan kecil itu.

Namun saya tidak menemukan siapapun juga di dalamnya. Hanya ada sepotong kain butut tergeletak di lantai tanah. Saya mengambil seraya mengamatinya dengan seksama... Mata mulai berkaca-kaca, saya mengenali potongan kain tersebut sebagai bekas baju butut yang dulu dikenakan Eric sehari-harinya...

Beberapa saat kemudian, dengan perasaan yang sulit dilukiskan, saya pun keluar dari ruangan itu... Air mata saya mengalir dengan deras. Saat itu saya hanya diam saja. Sesaat kemudian saya dan Brad mulai menaiki mobil untuk meninggalkan tempat tersebut. Namun, saya melihat seseorang di belakang mobil kami. Saya sempat kaget sebab suasana saat itu gelap sekali. Kemudian terlihatlah wajah orang itu yang demikian kotor.

Ternyata ia seorang wanita tua. Kembali saya tersentak kaget manakala ia tiba-tiba menegur saya dengan suaranya yang parau.

"Heii...! Siapa kamu?! Mau apa kau kemari?!"
Dengan memberanikan diri, saya pun bertanya, "Ibu, apa ibu kenal dengan seorang anak bernama Eric yang dulu tinggal di sini?"

Ia menjawab, "Kalau kamu ibunya, kamu sungguh perempuan terkutuk! Tahukah kamu, 10 tahun yang lalu sejak kamu meninggalkannya disini, Eric terus menunggu ibunya dan memanggil, 'Mommy..., mommy!' Karena tidak tega, saya terkadang memberinya makan dan mengajaknya tinggal bersama saya.

Walaupun saya orang miskin dan hanya bekerja sebagai pemulung sampah, namun saya tidak akan meninggalkan anak saya seperti itu! Tiga bulan yang lalu Eric meninggalkan secarik kertas ini. Ia belajar menulis setiap hari selama bertahun-tahun hanya untuk menulis ini untukmu..."
Saya pun membaca tulisan di kertas itu....

"Mommy, mengapa Mommy tidak pernah kembali lagi...? Mommy marah sama Eric, ya? Mom, biarlah Eric yang pergi saja, tapi Mommy harus berjanji kalau Mommy tidak akan marah lagi sama Eric. Bye, Mom..."

Saya menjerit histeris membaca surat itu. "Bu, tolong katakan... katakan di mana ia sekarang? Saya berjanji akan meyayanginya sekarang! Saya tidak akan meninggalkannya lagi, Bu! Tolong katakan..!!"

Brad memeluk tubuh saya yang bergetar keras.

"Nyonya, semua sudah terlambat. Sehari sebelum nyonya datang, Eric telah meninggal dunia. Ia meninggal di belakang gubuk ini. Tubuhnya sangat kurus, ia sangat lemah. Hanya demi menunggumu ia rela bertahan di belakang gubuk ini tanpa ia berani masuk ke dalamnya. Ia takut apabila Mommy-nya datang, Mommy-nya akan pergi lagi bila melihatnya ada di dalam sana ... Ia hanya berharap dapat melihat Mommy-nya dari belakang gubuk ini.... Meskipun hujan deras, dengan kondisinya yang lemah ia terus bersikeras menunggu Nyonya di sana . Nyonya,dosa anda tidak terampuni!"

Saya kemudian pingsan dan tidak ingat apa-apa lagi.

Santai Sejenak

He he he he he nyengir dulu yuk.....

Santai Sejenak

Seorang pria yang sedang mengadakan perjalanan dengan pesawat terbang tiba-tiba ingin buang air. Akan tetapi setiap kali ia pergi ke toilet, selalu saja toilet itu terisi.

Seorang pramugari melihat keadaan ini, ia lalu menganjurkan pria tadi untuk menggunakan toliet wanita dengan catatan tidak menekan tombol-tombol yang ada di dekat toliet tersebut. Ternyata tombol-tombol itu memang ada didekat tissue, pada tombol-tombol itu tertulis huruf "WW" … "WA" … "PP" … "ATR" ...

Karena penasaran, pria tadi tidak mengindahkan pesan sang pramugari dan mencoba untuk menekan tombol-tombol itu. Dengan hati-hati ia menekan tombol "WW" dan seketika air hangat menyemprot pantatnya ... dalam hati ia berkata

"Oh rupanya tombol ini berarti Warm Water (air hangat) untuk cebok ... wah enak ya perempuan kalau ke toliet."

Karena ia masih penasaran, lalu ia mencoba menekan tombol "WA"....dan seketika bertiuplah udara hangat (Warm Air) untuk mengeringkan pantatnya yang basah ...

"Aha ..." ia berpikir "Tidak heran kalau perempuan betah berlama-lama didalam toilet dengan pelayanan seperti ini ..."

Lalu ia menekan tombol "PP" dengan sangat berhati-hati sambil mengantisipasi kemungkinan yang akan terjadi. Sebuah bantalan bedak (Powder Puff) keluar dari samping lalu membedaki pantatnya yang sudah kering dengan bedak halus.....

"Man...this is great ..sangat hebat pelayanan seperti ini !!!" ia berkata dalam hati ...

Kemudian ia ia menekan tombol "ATR". Tahu-tahu ia pingsan, saat bangun dan tersadar ia sudah ada di sebuah kamar rumah sakit dan ditangannya telah menempel selang infus ... ia sangat heran … lalu ia bertanya kepada perawat yang sedang bertugas ... ia menerangkan bahwa yang ia ingat adalah ia sedang berada didalam toilet wanita di dalam pesawat.

Sang perawat kemudian menjelaskan ..

"Ya .. anda pasti sedang menikmati pelayanan dipesawat yang ditujukan untuk perempuan ... sampai ketika anda menekan tombol ATR yang artinya adalah Automatic Tampon Removal (pelepas pembalut otomatis) ... dan "punya" anda tertarik oleh alat itu!!!

Waspada Minyak Goreng Campur Oli Bekas

Waspada Minyak Goreng Campur Oli Bekas

Indonesia pernah tercatat sebagai salah satu negara pemalsu terbesar. Meski sedih tapi apa mau dibilang kalau kenyataan memang demikian.
  • Mulai dari avtur palsu (dicampur air)
  • baso palsu (berformalin, berdaging tikus)
  • beras palsu (pakai pemutih)
  • daging ayam palsu (tiren)
  • daging sapi palsu (glonggongan, direndam darah, berformalin, dioplos dengan daging celeng)
  • gorengan crispy palsu (sedotan, kemasan plastik ikut dilelehkan dalam minyak goreng panas)
  • semangka manis palsu (disuntik pemanis buatan), susu murni palsu (dioplos santan dan air kaporit)
  • telur asin palsu (dicat dan disuntik air garam)
  • terasi palsu (campur nasi aking atau dedak)
  • ikan palsu (berformalin)
  • jamu tradisional palsu (campur obat keras jenis G penyebab gagal jantung/ginjal/ hati)
  • permen coklat palsu (diisi narkoba)
  • susu Formula ‘palsu’ (mengandung bakteri enterobacteri sakazaki).
Dan, masih banyak palsu-palsu yang lain yang sangat mendukung predikat tidak terpuji.
Bahkan berita terbaru yang ditayangkan salah satu stasiun televisi swasta tentang terulangnya praktek kecurangan terhadap minyak goreng yang dioplos dengan oli bekas kendaraan bermotor. Padahal peristiwa yang sama sempat marak di bulan Mei lalu. Pertanyaannya kenapa hal serupa menjadi marak lagi sekarang?


Apakah Balai POM dan pihak Kepolisian sudah tuntas mengusut pelakunya. Rasanya setiap detik hidup kita terkepung dalam bahaya terselubung. Konsumen selalu terbebani keresahan dan kekhawatiran akan produk yang akan dibeli. Apalagi di saat-saat seperti ini semua bahan kebutuhan pokok sudah merangkak naik. Maka ibaratkan makan buah simalakama. Ingin berhemat dengan membeli minyak goreng curah yang per kilo 8-9 ribuan tapi dengan risiko terjebak minyak goreng oplosan.

Atau membeli minyak yang bermerek yang notabene lebih sehat yang sudah berada di kisaran Rp 12.000/liter sedangkan kebutuhan lain juga turut mendesak.


Walhasil lagi-lagi konsumen tidak ada pilihan dan tetap membeli minyak goreng curah karena harga yang terjangkau. Padahal kerap kali minyak goreng itu selain dikonsumsi sendiri juga digunakan sebagai modal usaha bagi pedagang makanan gorengan, warung-warung tepi jalan, dan penjual aneka penganan di pasar-pasar, stasiun kereta api, terminal bus, dan fasilitas umum yang lain.

Berikut ini informasi yang didapat langsung dari lapangan dan oknum pelaku kecurangan yang bisa kita simak sebagai pengetahuan agar kita lebih waspada dan tidak terjebak sebagai korban pemalsuan minyak goreng lagi..

Teknik Pengoplosan


Pelaku mengumpulkan minyak jelantah (minyak bekas menggoreng) dari para penjual makanan gorengan dengan harga Rp 1000 – 2000/kg.. Oli bekas kendaraan bermotor didapat dari bengkel mobil dan sepeda motor secara gratis.

Jelantah dan oli bekas dipanaskan di tempat yang berbeda sampai terpisah antara endapan dan cairan beningnya kemudian masing-masing disaring. Minyak jelantah yang sudah terpisah disaring dan kemudian ditambahkan tepung terigu dan mentega dengan takaran suka-suka dan dimaksudkan supaya warna dan tampilannya mendekati minyak goreng murni.

saat dicampur oli dan minyak



Terakhir oli bekas yang juga sudah disaring ditambahkan ke dalam minyak goreng tadi dengan maksud menambah jumlah volume sehingga semakin banyak hasil yang diperoleh. Bahkan, tidak tanggung-tanggung pelaku juga menambahkan zat kimia semacam Hidrogen beroksida. Dan, semua itu membutuhkan modal hanya Rp 6000/liternya dan mereka menjual kembali kepada penjual di pasar mendekati harga normalnya Rp 10.000 sampai dengan 11.000/liter. Dan dijual dalam kemasan plastik 1 kiloan atau per jerigen.


hasil produksi

Bisa dibayangkan berapa keuntungan yang bisa mereka dapat dengan penjualan minyak racikan berbahaya ini. Semisal (50 kilo/hari x Rp 4000) 30 hari = Rp 6000.000/bulan. Bisa dibayangkan berapa ratus orang yang akan dirugikan dan terancam penyakit mematikan. Kanker, ginjal, hati dengan 50 kilo minyak goreng berbahaya itu.

Hasil Penelitian Bapak Mohamad Bachir selaku kepala Associate Laboratories menyatakan bahwa hasil uji lab terhadap minyak goreng oplosan mengandung senyawa berbahaya (baca: racun) lebih tinggi dibanding minyak jelantah biasa. Kadar Senyawa itu memicu sel kanker menjadi ganas.

Cara Mengenali


Mengenali minyak goreng oplosan di pasaran memang tidaklah mudah. Tapi, tetap kita bisa membedakannya apabila kita mau jeli. Berikut ini tips mudah untuk mengenalinya:

- Berbau tengik.

- Berwarna lebih gelap dari minyak goreng asli.

- Terdapat endapan didasar minyak (berasal dari tepung terigu).

- Timbul buih dan berasap saat dipanaskan.

Keanehan di atas tidak ditemukan pada minyak goreng asli yang sehat.

Berbekal pengetahuan di atas semoga konsumen bisa lebih jeli terhadap produk-produk palsu yang merugikan dan membahayakan kesehatan keluarga dan saudara-saudara kita. Dan sudah seharusnya pemerintah segera mengatur tata niaga tentang pembuatan dan izin edar minyak goreng karena sampai saat ini minyak goreng masih termasuk niaga bebas dan pengawasannya memang tidak ketat.

Sedang untuk produk-produk palsu lain segeralah pemerintah bertindak tegas dan tidak setengah-setengah karena korbannya anak bangsa sendiri... Semua instansi terkait hendaknya bergerak cepat dan jangan menunggu sampai terulang kasus serupa. Dan masyarakat juga berperan aktif memberikan informasi apabila ditemukan pemalsuan di sektor mana pun.”

Semoga info di atas dapat bermanfaat bagi teman2 dan saya juga ingin sampaikan bahwa saya memiliki solusi untuk “memagari” tubuh kita ini dari berbagai ancaman toxic/ racun yang dapat masuk melalui udara dan makanan serta minuman yang kita konsumsi sehari-hari, yaitu melalui terapi oksigen, dengan cara mengkonsumsi air sehat yang menyehatkan (bahkan 0% kandungan mineral) yang mengandung oksigen tinggi yang merupakan produk nasional sejak tahun 5 tahun yang lalu.